Setangguh Ilalang
  • Beranda
  • Inspirasi
  • Kampus
  • Ruang
  • LPM Pena Kampus
Home Archive for Maret 2017

https://id.pinterest.com/

Saya belum cerita kalau kami satu kelas, ennnggggg tepatnya satu angkatan pada semester ini merasa seakan menjadi mahasiswa tua (apa saya aja yang merasa ya?). Tersebab mata kuliah yang muncul pada semester VI ini yang mengharuskan kami mulai menjejaki derap langkah kaki mahasiswa pra-skripsi. Cie cie...
FYI, semester ini kami, angkatan 2014 mendapat mata kuliah yang luar biasaa ketjeh.. Halaaah… Iya, contohnya aja kayak mata kuliah Seminar Bahasa, Sastra, Kependidikan. Di mata kuliah inilah kami serasa menjadi mahasiswa yang sejati, heleeh bahasa ente, Jik. Uhuk, uhuk…
Bagaimana tidak sodara? Di matkul ini kami diminta untuk menyetor judul untuk digarap dan selanjutnya dipresentasikan seperti kaka(k)-kaka(k) tingka(t) yang sudah mendahului kami (emang semua kakak tingka(t) ente udah tiada gitu, Jik? Eng, maksudnya sudah mendahului kami untuk seminar proposal gitu).
Pada matkul ini tersebutlah dua dosen yang memang sengaja disatukan (menjadi tim) untuk mengajar kami. Dosen yang mengajar adalah dua dosen yang bisa kita umpamakan seperti air dan minyak. Kalau bahasa agamanya sunnatullah, air dan minyak emang dari sononya kagak bisa menyatu. Pak Asyhar dan Bu Syam itu yah kagak jauh bedalah seperti itu (Mohon maaf lahir batin ya, Pak, Bu!). Hal itu memang sering diceritakan oleh keduanya di sela-sela kisah kuliah ketika mereka mengajar. Ketika cerita itu mengalir pada kuliah Bu Syam beberapa waktu lalu, ia bercerita bahwa ada mahasiswa bimbingannya yang datang berkonsultasi mengenai skripsi kepadanya dan juga Pak Asyhar. Seringkali mereka memiliki perbedaan pendapat.
Contohnya saja pada kuliah perdana Rabu lalu. Keduanya hadir namun Bu Syam lebih dulu hadir dan Pak Asyhar datang terlambat. Ketika Pak Asyhar belum datang memang belum terlihat rusuhnya mereka berdua tapi ketika sudah berjumpa, hedeeh.. Ternyata begini toh rupanya. Kita yang ngeliatin jadi agak gimana gitu liat dua dosen heboh adu pendapat pada hal-hal kecil sampai hal-hal besar.
Jika mau didramatisir, terlambatnya Pak Asyhar membuka babak pertama kehebohan dua dosen kece ini. Pak Asyhar dengan gaya kasualnya datang terlambat dan masuk dengan santai. Aseek… Pas duduk ngobrol-ngobrol bentar dan Bu Syam yang memang sudah berbicara sejak awal meminta Pak Asyhar untuk bergilir mengambil alih berbicara. Ia tak membawa absen, itu juga jadi masalah. Babak pertama dimenangkan Bu Syam karena keterlambatan dan tidak ada absen yang dibawa Pak Asyhar, 2-0 untuk Bu Syam.
Selanjutnya pada babak kedua, Pak Asyhar tak mau kalah, beliau mengatakan kalau Bu Syam biasanya hadir terlambat sekarang saja kagak telat (kami yang dengar pernyataan Pak Asyhar yang tak begitu jelas itu ngangguk-ngagguk aja tanda setuju. Hehehe… Emang Bu Syam tumben datang kagak telat). Hahaha… 2-1. langkah selanjutnya, untuk mengejar satu poin lagi agar menyamakan kedudukan, Pak Ashyar mengkritik kalimat Bu Syam yang menyebut 'daftar hadir' sebagai 'absen'. Baiklah… usaha yang bagus, Pak. Skor imbang 2-2 dan ditutup dengan sisa-sisa kehebohan kedua dosen itu yang meminta kami mengumpulkan judul pada Rabu depan. MaaSyaaAllah… luar biasa dua dosen ini. Pas ngumpul heboh, pas sendiri-sendiri saling omongin. Saling kangen ya, Pak? Bu? Hahaha….
Terlepas dari kemiripan mereka dalam perdebatan yang serupa air dan minyak, di balik kehebohan pendirian keduanya yang sama-sama kuat mereka tetap punya kesamaan. Yaiyalah… sama-sama ngajar linguistik, sama-sama jadi dosen. Meskipun begitu, (yang ini serius) mereka adalah dosen-dosen linguistik yang kece. 
Ya Allah, mudahkan kami dalam mendapatkan ilmu duniamu ini.
Mohon bimbingannya ya, Pak, Bu! Masalahnya, saya beloom nemu judul… hehe...
Kalau kata Iwan Fals,

Rasa sesal di dasar hati
Diam tak mau pergi
Haruskah aku lari dari
Kenyataan ini
-Belum Ada Judul-

Hahaha…. Kagak usah lari, Jik.
Kalau skripsi datang, jangan ragu untuk ajak dia jalan-jalan, melihat sekitar. Siapa tahu dia jatuh hati sama kamu? Hah? Iya… kamu…. Halahhh… *

*Efek belum ada judul.

[Sabtu, 11 Maret 2017 | 08.14 pm]



Ibu bilang, anak lelaki ketika masih bayi memang lebih aktif.
K.Hendra bilang, itu gara-gara susu formula yang ada label platinum-nya.
Hati saya bilang, memang dari sononya ini anak udah aktif.

Ubay memang belum genap tujuh bulan. Kira-kira akhir April depan usianya bertambah. Saya belum pernah bercerita mengenai si kecil bulat-bulat macam bakpau ini. Beberapa waktu lalu kakak saya menggunakan susu formula merk BM* yang berlabel platinum untuk Ubay. Hanya bertahan sekitar beberapa bulan saja lalu ia menggantinya. Alasannya karena saran dari penjual di toko tempat orang tua Ubay, Ma dan K. Hendra membeli susu formula itu juga alasan lain yang menempati urutan ke-2, harga yang cukup mahal.
Ketika itu malam. Ma beserta K. Hendra keluar membeli beberapa keperluan Ubay yang sepertinya telah akan habis. Mereka menuju ke salah satu toko di sekitaran Ampenan, jalur ke Puskesmas kalau dari arah pasar ACC (kalau tak salah tokonya ada di sebelah kanan).
Di sana mereka dilayani oleh seorang Bapak-bapak yang membagi kisah menarik mengenai susu BM* Platinum. Ketika dilihat ternyata mereka membeli susu BM* Platinum, entah bagaimana alur kejadiannya sehingga Bapak itu membagi kisah anaknya yang masih kecil yang juga mengkonsumsi susu tersebut.
Si Bapak bercerita kalau anaknya pernah jatuh dan mendapat gips pada tangannya di usia yang masih sangat belia. Si Bapak mengatakan anaknya sangat aktif karena konsumsi susu BM* berlabel Platinum seperti yang digunakan Ubay. Menurut si Bapak, hal tersebut karena ada beberapa komponen bahan pada susu label Platinum itu yang berbeda dengan BM* biasa (tanpa label Platinum). Saya lupa komponen tersebut bernama apa karena saya tak terlalu memperhatikan penjelasan kakak saya ketika itu. Yang pasti, jika di BM* Platinum itu, komponen itu mendapat porsi cukup banyak sedangkan pada BM* tanpa label Platinum, komponen tersebut hanya dimasukkan sedikit. Hal itulah yang menurut si Bapak tersebut dan juga kakak saya menyimpulkan bahwa susu formula BM* Platinum itu membuat anak lebih aktif dari biasanya. Percaya?
Setelah merebaknya pernyataan mengenai label Platinum di susu itu yang menjadi penyebab keaktifan Ubay terlampau tinggi selama ini, saya sedikit banyak mulai mengamati pergerakan Ubay yang emang dasarnya kagak bisa diam (pengecualian dalam beberapa kasus seperti akan BAB  (karena konsentrasi), baru bangun, sakit).
Dari hasil pengamatan warga di rumah bernomer 21 ini (rumah kami), sejak Ubay tak lagi mengonsumsi susu formula berlabel Plaitinum itu, memang ada perbedaan yang cukup terlihat terutama dari gerak-gerik Ubay. Meski pada masa-masa sekarang, usia seperti Ubay memang sedang aktif-aktifnya, namun saya pada akhirnya mengamini pernyataan pedagang susu itu, bahwa BM* Platinum membuat  anak lebih aktif dari sebelumnya. 
Mau bukti? Coba saja. #Asli bukan promo. Helehhh… 
#postingankhususUbay

sumber gambar: http://mimipipi.net

[Jumat, 10 Maret 2017 | 11:18 pm]
Langganan: Komentar ( Atom )

Google+

Twitter

Tweet oleh @wazifa19

LATEST POSTS

  • Perihal Melepas Keberangkatan Gadis Kecil yang Dulu Bersama Kami
    Wagon-wagon kereta api melambai kepada kami yang berdiri di peron perpisahan Seperti ada yang tertinggal usai peluit panjang dibuny...
  • Pra-sidang Skripsi; Menahan Diri Untuk Tak Pusing dengan Debat Ngalor-Ngidul
    Pasca Ujian Debat perdana capres dan cawapres 2019 mengenai Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme diadakan pada Kamis malam lal...
  • Good Day!!! Ini Tahun Terakhir Kita (Bagian III)
    Kali ini langsung di posting tanpa bersemedi di notepad yang kalo' di scrool ke bawah udah panjang amat itu notepad... Theme:  Ini P...
  • Tuhan... Kembali Aku
         Sesak... Teriakan berkemul dalam dada. Hati ingin mengangis dalam lelah perih menyayat hempaskan dengan lirih di ny...

Blog Archive

  • ►  2019 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (9)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
  • ▼  2017 (16)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juli (2)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (2)
    • ▼  Maret (2)
      • Sunnatullah Air & Minyak
      • Ubay dan Susu Label Platinum
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (10)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2015 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2014 (14)
    • ►  Desember (5)
    • ►  November (3)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2013 (7)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (1)
    • ►  September (2)
Diberdayakan oleh Blogger.

About

Wazi Fatinnisa
Perempuan kelahiran Juli(^_^). Blogger yang berusaha menulis tidak tergantung mood. Mahasiswa yang seringkali menghabiskan waktu ke perpustakaan kampus bukan untuk mencari buku. Kini masih menuntut ilmu di bumi Allah. Moga berkah!
Copyright 2014 Setangguh Ilalang.
Designed by OddThemes